Wali Kota Bekasi Resmikan TMMD Ke-128: Target Renovasi 15 Rumah Tidak Layak Huni
Bekasi – Pada Selasa (22/4) pagi, Pemerintah Kota Bekasi bekerja sama dengan Kodim 0507/Bekasi secara resmi meluncurkan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128. Pembukaan program ini dilakukan oleh Wali Kota Bekasi dan menandakan dimulainya kerja sama lintas sektor untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
Acara pembukaan yang digelar dengan meriah mulai pukul 09.30 WIB ini turut menghadirkan berbagai layanan sosial, seperti pelayanan administrasi, pemeriksaan kesehatan gratis, dan distribusi sembako yang disambut antusias oleh warga sekitar.
Kolonel Arm Krisrantau Hermawan, S.H., M.I.Pol., Komandan Kodim Kota Bekasi, mengungkapkan bahwa keberhasilan program TMMD sangat bergantung pada sinergi antara TNI, pemerintah, dan masyarakat. “Pelaksanaan TMMD ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh TNI. Sinergi dan dukungan masyarakat adalah kekuatan utama kami,” ujarnya.
Tahun ini, fokus utama program adalah renovasi 15 unit Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Dengan anggaran awal sebesar Rp20 juta per unit yang dianggap minim, Krisrantau menambahkan bahwa pihaknya sedang berupaya untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi agar hasil pembangunan dapat lebih maksimal.
Selain perbaikan hunian, program TMMD ke-128 juga mencakup pengerasan jalan dan perbaikan drainase untuk mengurangi genangan air saat hujan. Tim juga berencana melakukan pengeboran titik air bersih di lokasi-lokasi strategis, mengingat potensi musim kemarau.
Kegiatan non-fisik, seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, edukasi kesehatan, dan pelatihan pertanian juga akan diberikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga. Dengan total anggaran sekitar Rp2,5 miliar, program ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi dan menumbuhkan semangat gotong royong di Kota Bekasi. “Harapan kami, apa yang dibangun melalui TMMD ini dapat dijaga dan dimanfaatkan bersama oleh masyarakat dalam jangka panjang,” tutup Krisrantau.
