Pangkas Rute 5 Kilometer, Jembatan Gantung Garuda Jadi Harapan Baru di Surabaya
Keberadaan Jembatan Gantung Garuda di wilayah Genting Kalianak, Surabaya, membawa angin segar bagi efisiensi transportasi warga setempat. Sebelum jembatan ini berdiri, penduduk terpaksa menempuh perjalanan memutar sejauh 5 kilometer untuk mencapai tujuan mereka. Pembangunan infrastruktur ini merupakan wujud nyata kepedulian TNI AD terhadap kebutuhan aksesitas publik yang mendesak.
Kasad Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam kunjungannya pada awal September 2026, menjelaskan bahwa jembatan sederhana ini memiliki dampak luar biasa bagi warga. Beliau menyebutkan bahwa efektivitas jembatan ini sangat membantu dalam membuka isolasi geografis di tingkat lokal. TNI AD berkomitmen untuk terus menghadirkan infrastruktur yang meskipun simpel, namun memiliki daya guna tinggi bagi mobilitas harian.
Refleksi pembangunan ini juga didasarkan pada pengalaman operasional TNI di masa lalu, seperti saat penanganan darurat di Aceh. Saat itu, distribusi logistik sering terhambat karena ketiadaan jalur penyeberangan yang memadai bagi personel. Oleh karena itu, pembangunan jembatan seperti di Kalianak ini dipandang sebagai solusi strategis untuk mencegah hambatan logistik serupa di masa depan.
Instruksi Presiden Prabowo Subianto menjadi landasan bagi TNI untuk terjun langsung membantu pembangunan jembatan di daerah-daerah terpencil maupun padat penduduk. Kasad memberikan klarifikasi bahwa langkah ini adalah bentuk dukungan bagi pemerintah daerah, bukan upaya pengambilalihan wewenang. Fokus utama TNI tetap pada membantu anak-anak sekolah dan warga agar mendapatkan jalur transportasi yang lebih layak dan aman.
