Pelestarian Bahasa Bali Diteguhkan oleh Babinsa Desa Kesiut dalam Bulan Bahasa Bali VIII
Tabanan – Upaya pelestarian bahasa dan budaya lokal kembali ditekankan melalui peringatan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan. Pada kesempatan ini, Babinsa Desa Kesiut, Pelda I Komang Widiarsana, hadir untuk menunjukkan dukungan terhadap pelestarian bahasa dan sastra Bali yang merupakan bagian dari identitas masyarakat Pulau Dewata. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 16 Februari 2026.
Dalam rangka peringatan, berbagai lomba dan kegiatan edukatif diadakan, melibatkan generasi muda dari SD N 1 Kesiut yang menjadi garda terdepan dalam usaha pelestarian budaya. Antusiasme peserta menunjukkan komitmen masyarakat Desa Kesiut untuk menjaga eksistensi bahasa Bali di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
Di sela-sela acara, Babinsa Pelda I Komang Widiarsana menekankan bahwa Bulan Bahasa Bali sangat penting untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap bahasa dan budaya daerah sejak dini. “Melalui Bulan Bahasa Bali ini, kita meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya bahasa dan budaya Bali, serta mendorong penggunaan bahasa Bali dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa tema acara, “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa,” mencerminkan komitmen dalam pemuliaan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai warisan yang harus dijaga. Kegiatan tersebut berjalan dengan tertib dan penuh rasa kekeluargaan, dan diharapkan peringatan Bulan Bahasa Bali ini dapat menumbuhkan kebanggaan serta komitmen dalam menjaga kelestarian bahasa dan budaya Bali, sebagai warisan berharga bangsa.
