Babinsa Tojan Amankan Upacara Pecaruan dan Nyatur Desa untuk Keseimbangan Alam

Klungkung, – Sinergi yang solid antara Babinsa Tojan, Bhabinkamtibmas, dan pecalang dalam menjaga keamanan masyarakat Kabupaten Klungkung terlihat jelas saat upacara keagamaan Pecaruan dan Nyatur Desa berlangsung. Acara penting ini diadakan pada Minggu, 18 Januari 2026, di perempatan Desa Tojan, Kecamatan Klungkung, yang dihadiri oleh ratusan warga setempat.

Serka Ketut Sudarma, Babinsa Tojan, menegaskan bahwa perannya dalam pengamanan upacara ini difokuskan pada pengawalan jalur lalu lintas yang dilalui selama prosesi. Rangkaian acara dimulai dengan katuran pecaruan oleh Ida Sesuhunan, dilanjutkan dengan nyatur desa yang diawali dari batas barat, utara, timur, hingga selatan.

“Setiap batas yang dilalui dilakukan persembahyangan, dan upacara ini diakhiri dengan Ida Sesuhunan kembali ke Puri Ida di Pura Penataran Taman Sari Tojan,” jelas Sudarma. Kegiatan ini berjalan lancar dan tertib, berkat pengamanan dan pengawalan yang ketat.

Upacara Pecaruan dan Nyatur Desa memiliki makna mendalam dalam ajaran Hindu, yakni menjaga keseimbangan antara alam semesta (Buana Agung) dan manusia (Buana Alit). Upacara ini bukan hanya ritual, tetapi juga sarana untuk memperkuat komunitas dan hubungan spiritual masyarakat dengan lingkungan mereka. Babinsa Tojan mengaku bangga dapat berkontribusi dalam pelaksanaan upacara yang sarat makna ini, dan berharap sinergitas antara pihak keamanan dan masyarakat terus terjaga demi ketertiban dan keharmonisan.