Babinsa Tembuku Ikuti Kegiatan Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026 di Banjar Tembuku Kaja
Bangli – Dalam upaya mendukung pelestarian bahasa dan budaya Bali, Babinsa Desa Tembuku dari Koramil 1626-03/Tembuku, Serda Sang Komang Teg Redana, turut menghadiri lomba Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Atma Kerthi Udiana Purnaning Jiwa” dan berlangsung di Wantilan Pura Anyar Desa Adat Tembuku Kaja, Desa Tembuku, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, pada hari Jumat (13/02/2026).
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk MDA Kecamatan Tembuku, Babinsa Tembuku, Bhabinkamtibmas, serta Bendesa Adat dan prajuru Desa Adat Tembuku Kaja. Kehadiran panitia Bulan Bahasa Bali, tim penilai, anggota PKK, Kertha Desa, dan masyarakat setempat juga menambah kemeriahan acara.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan tari penyambutan Tari Sekar Jagat, dilanjutkan dengan doa bersama. Dalam sambutannya, Bendesa Adat Tembuku Kaja menekankan pentingnya kegiatan Bulan Bahasa Bali untuk dilestarikan, serta meningkatkan kemampuan generasi muda dalam menggunakan bahasa Bali secara aktif.
Berbagai perlombaan juga digelar, termasuk lomba menulis Sastra Bali, lomba Wimbakara Ugrawakya (MC), dan lomba Dharma Gita (Mekidung). Acara diakhiri dengan penilaian oleh dewan juri dan pengumuman pemenang.
Serda Sang Komang Teg Redana menyatakan bahwa partisipasinya dalam acara ini sebagai bentuk dukungan TNI AD terhadap pelestarian budaya Bali, berharap generasi muda semakin mencintai bahasa Bali. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara aparat desa dan desa adat dalam menjaga nilai-nilai budaya lokal.
Dari tempat terpisah, Dandim 1626/Bangli Letkol Arm I Gede Arya Girinatha Utama menekankan dukungan penuh Kodim dalam pelaksanaan Bulan Bahasa Bali. Dia menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan misi TNI AD dalam memperkuat hubungan dengan masyarakat dan menjaga kearifan lokal Bali.
Dengan suksesnya Bulan Bahasa Bali VIII Tahun 2026, diharapkan semangat pelestarian bahasa dan budaya Bali semakin tumbuh di kalangan masyarakat, terutama generasi muda sebagai penerus budaya.
