Babinsa Koramil 408-02/KU Awasi Proses Penurunan Material Jembatan Gantung Perintis Garuda
Kaur – Progres pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda yang terletak di Desa Pelajaran Dua, Kecamatan Kaur Utara, Kabupaten Kaur, terus berlanjut. Pada Rabu (8/4/2026), kegiatan ini memasuki tahap kritis dalam penurunan material batu dan pasir yang merupakan elemen penting dalam konstruksi. Babinsa Koramil 408-02/KU, Serda Poniman, hadir untuk mendampingi proses tersebut demi kelancaran pembangunan jembatan.
Serda Poniman menjelaskan bahwa pengecekan material bertujuan untuk memastikan kualitas dan kesesuaian bahan baku sebelum digunakan. Ia menekankan bahwa partisipasi masyarakat adalah kunci dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah ini.
“Pembangunan jembatan ini bukan hanya tanggung jawab TNI, melainkan merupakan hasil kolaborasi dengan masyarakat. Semangat kebersamaan ini sangat penting dalam mempercepat proses,” ungkapnya.
Keberadaan jembatan ini diharapkan akan menjadi akses vital antar desa, mengingat akses yang selama ini terbatas, terutama saat musim hujan. Selain berfungsi sebagai jalur penghubung, jembatan ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian warga dengan mempermudah distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan.
Jembatan ini juga akan memfasilitasi akses pendidikan bagi anak-anak pelajar yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam perjalanan menuju sekolah. Danramil 408-02/KU, Letnan Satu Inf Haryanto Aswadi, menuturkan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda adalah salah satu bentuk komitmen TNI AD untuk kesejahteraan masyarakat.
“Melalui infrastruktur ini, kami berharap dapat meningkatkan konektivitas, mempercepat pertumbuhan ekonomi, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya. Danramil juga memastikan pengawalan terhadap proses pembangunan hingga selesai untuk memaksimalkan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat. Dengan sinergi antara TNI dan masyarakat, diharapkan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda akan tepat waktu dan memenuhi kebutuhan akses transportasi di wilayah Kaur Utara.”
