Audiensi Tim Produksi Film ‘TUNGKE – Badik Tak Bertuan’ dengan Bupati Bone: Memperkuat Nilai Budaya Bugis di Layar Lebar

Bone – Proses produksi film berjudul TUNGKE – Badik Tak Bertuan, yang mengusung tema aksi, drama, dan militer, semakin menunjukkan kemajuan yang signifikan. Baru-baru ini, sutradara sekaligus produser film, Harry Maverick, beserta tim inti dan pemeran utama, melakukan audiensi dengan Bupati Kabupaten Bone, Andi Asman Sulaiman. Pertemuan ini merupakan bagian dari tahap pengembangan skenario yang sedang berlangsung.

Audiensi ini merupakan kelanjutan dari misi tim produksi yang bertindak sebagai delegasi dari Kodam XIV/Hasanuddin, dengan tujuan untuk memaparkan perkembangan skenario dan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bone dalam proses produksi film TUNGKE – Badik Tak Bertuan.

Dalam pertemuan itu, hadir pula pejabat dari Pemerintah Kabupaten Bone, termasuk Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepala Kesbangpol, bersama perwakilan Kodim 1407/Bone dan Polsek Bone. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan sinergi antara perfilman, pemerintah daerah, dan aparat dalam mendukung karya budaya yang berkualitas.

Tim inti produksi yang terlibat dalam audiensi termasuk Harry Maverick sebagai produser dan sutradara, Muh Fudli Dwi Kurnia sebagai line producer, serta Yasjudan Andika Perkasa, Direktur Utama SM Group yang menjadi sponsor utama. Juga hadir Andi Marhamatul Aulia Tajuddin Bare Ghurdi, salah satu pemeran utama wanita, yang berasal dari daerah Kabupaten Bone.

Suasana audiensi terasa hangat, dengan Bupati Andi Asman Sulaiman memberikan sambutan positif terhadap konsep film dan menyatakan dukungan penuh untuk kelancaran produksi. Film ini memiliki makna khusus karena tidak hanya berlatar lokasi di Bone, tetapi juga mengangkat nilai-nilai luhur budaya Bugis yang terinspirasi dari almarhum Andi B. Sulaiman Dahlan Petta Linta, yang dikenal dengan prinsip kehormatan dan pengabdian.

Harry Maverick menambahkan bahwa dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bone menjadi motivasi penting dalam proses kreatif. “Kami ingin menciptakan film yang mengedukasi sekaligus menghibur, serta mengangkat nilai-nilai yang tumbuh dari Sulawesi Selatan, khususnya Bone,” tuturnya.

Setelah pengembangan skenario selesai, film ini rencananya akan segera memasuki tahap produksi, dengan syuting di berbagai lokasi di Sulawesi Selatan, dan Kabupaten Bone sebagai latar budaya yang kuat. Tim produksi berharap mendapatkan dukungan dari masyarakat Sulawesi Selatan, terutama Kabupaten Bone, agar film ini dapat menjadi kebanggaan daerah dan bangsa.