Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Telabang 2026 di Pangkalan Bun, Pangdam XXII/TB Soroti Sinergitas Pengamanan Idul Fitri
Pangkalan Bun – Apel Gelar Pasukan untuk Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat Telabang 2026” diselenggarakan di Lapangan Pangkalan Bun Park, Jalan H.M. Rafi’i, Kelurahan Madurejo, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, pada Kamis (12/3/2026) pukul 15.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk pengamanan dan pelayanan selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Acara dipimpin oleh Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan dan dihadiri oleh Pangdam XXII/Tanjungpura Mayjen TNI Zainul Arifin, Plt. Sekda Kalimantan Tengah Leonardo Samuel Ampung yang mewakili Gubernur, Kabinda Kalteng Marsekal Pertama TNI Muhammad Nur, Ketua Pengadilan Tinggi Kalteng Pujiastuti Handayani, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, serta Kepala BNN Provinsi Kalteng Mada Roostanto dan sejumlah unsur Forkopimda serta tamu undangan lainnya.
Ribuan personel dari berbagai satuan gabungan turut berpartisipasi dalam apel, termasuk Polres Kotawaringin Barat, Kodim 1014/Pangkalan Bun, Lanud Iskandar, Satbrimob Polda Kalteng, dan lainnya. Dalam sambutan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan oleh Kapolda, diingatkan bahwa apel ini berfungsi sebagai evaluasi kesiapan personel dan infrastruktur untuk mendukung Operasi Ketupat 2026 yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia.
“Apel ini mencerminkan komitmen dan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan pelaksanaan mudik dan perayaan Idul Fitri berjalan aman, tertib, dan lancar,” ungkap Kapolri. Operasi Ketupat 2026 akan berlangsung selama 13 hari, dari 13 hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan sekitar 161.243 personel dari Polri, TNI, dan instansi terkait, serta 2.746 pos pengamanan di berbagai lokasi.
Pangdam XXII/Tanjungpura Mayjen TNI Zainul Arifin menegaskan kesiapannya dalam mendukung pengamanan Idul Fitri, menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, diperkirakan akan terdapat sekitar 143,9 juta pergerakan masyarakat selama Lebaran 2026, dengan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 14–15 Maret dan 18–19 Maret 2026.
Acara apel ditutup dengan serangkaian kegiatan yang tertib, mulai dari laporan komandan apel, pemeriksaan pasukan, penyematan pita tanda operasi, hingga doa lintas agama.
