Mitigasi Berbasis Budaya: Upaya Satgas Karhutla Tekan Titik Api di Kayan Hilir
Guna menekan angka Kebakaran Hutan dan Lahan, Satgas TNI melakukan pendekatan persuasif dengan melibatkan tokoh masyarakat adat di Kecamatan Kayan Hilir, Sintang. Pertemuan yang digelar di Nanga Mau tersebut berfungsi sebagai wadah edukasi sekaligus koordinasi lapangan antar pemangku kepentingan.
Brigjen TNI M. Zamroni memimpin langsung inisiatif ini untuk memastikan mitigasi bencana berjalan efektif di tengah ancaman kemarau. Keterlibatan tokoh adat dianggap krusial karena mereka memiliki pengaruh besar dalam mengatur perilaku masyarakat terhadap lingkungan hutan.
Kolonel Arh Saptarendra Persada mengungkapkan bahwa berdasarkan data lapangan, kegiatan pembukaan lahan secara tradisional di Kayan Hilir sebenarnya sudah selesai sejak Juli lalu. Masyarakat adat kini fokus pada tahapan bercocok tanam selanjutnya, sehingga aktivitas pembakaran besar seharusnya sudah tidak ada lagi.
Namun, Satgas tetap menekankan pentingnya identifikasi lapangan terhadap setiap kejadian kebakaran yang muncul. Investigasi mendalam diperlukan untuk membedakan antara kebakaran akibat faktor alam, kelalaian manusia, atau kegiatan ilegal yang tidak terkontrol.
