Babinsa Pasie Raya Pantau Harga Sembako, Pastikan Stabilitas Pangan Masyarakat Aceh Jaya
ACEH JAYA – Aparat teritorial TNI Angkatan Darat terus memperkuat peran dalam mendukung stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat di wilayah binaan. Salah satunya melalui kegiatan pengecekan pasar dan pemantauan harga kebutuhan pokok yang dilakukan di wilayah Kecamatan Pasie Raya, Kabupaten Aceh Jaya, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan pemantauan tersebut dilakukan guna mengetahui perkembangan harga sembako di tingkat pasar sekaligus memastikan ketersediaan bahan kebutuhan masyarakat tetap aman dan terkendali. Langkah ini juga menjadi bagian dari pembinaan teritorial yang rutin dilaksanakan aparat kewilayahan untuk menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga sejumlah bahan pokok di pasar wilayah Pasie Raya masih berada dalam kondisi relatif stabil meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami fluktuasi harga menyesuaikan pasokan dan kondisi distribusi.
Adapun harga kebutuhan pokok yang tercatat antara lain beras premium Rp240.000 per sak, minyak goreng curah Rp20.000 per kilogram, minyak goreng kemasan Rp21.000 per liter, gula pasir Rp20.000 per kilogram, dan telur ayam Rp53.000 per papan.
Sementara untuk komoditas hortikultura, harga cabai merah besar berada di angka Rp40.000 per kilogram, cabai rawit Rp45.000 per kilogram, bawang merah Rp40.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, serta tomat Rp18.000 per kilogram.
Selain itu, harga wortel tercatat Rp11.000 per kilogram, kentang Rp13.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, dan tepung Segitiga Biru Rp15.000 per kilogram.
Pemantauan dilakukan secara langsung dengan mendatangi kios dan lapak pedagang di pasar tradisional. Aparat kewilayahan juga berdialog dengan pedagang dan masyarakat guna mengetahui kondisi distribusi barang serta daya beli masyarakat di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, pengecekan pasar tidak hanya bertujuan memonitor harga, tetapi juga sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gangguan stabilitas pangan yang dapat berdampak pada kondisi sosial masyarakat.
Ketahanan pangan menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga ketahanan nasional. Stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat serta kondisi ekonomi daerah.
Karena itu, TNI melalui aparat teritorial aktif membantu pemerintah daerah dalam memantau perkembangan situasi pasar sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ketahanan wilayah dari sektor pangan.
Di tengah dinamika ekonomi dan tantangan distribusi logistik, pemantauan rutin dinilai penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau.
Selain memonitor harga, aparat kewilayahan juga mengimbau para pedagang untuk menjaga stabilitas pasar dan tidak melakukan praktik penimbunan barang yang dapat memicu kelangkaan maupun kenaikan harga secara tidak wajar.
Kegiatan pemantauan sembako juga menjadi sarana komunikasi sosial antara Babinsa dan masyarakat. Melalui interaksi langsung di pasar, aparat dapat mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi warga sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah binaan.
Sebagai ujung tombak TNI AD di tingkat desa dan kecamatan, Babinsa memiliki peran strategis tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung program pemerintah terkait ketahanan pangan, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.
Di wilayah Aceh Jaya, pasar tradisional masih menjadi pusat aktivitas ekonomi utama masyarakat. Karena itu, stabilitas harga kebutuhan pokok menjadi perhatian penting guna menjaga daya beli masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi daerah tetap berjalan baik.
Kegiatan pengecekan pasar yang dilakukan secara rutin juga menjadi bentuk kesiapsiagaan aparat teritorial dalam menghadapi potensi gejolak harga maupun gangguan distribusi bahan pangan di wilayah.
Dengan kondisi harga sembako yang masih relatif terkendali, diharapkan kebutuhan masyarakat di Kecamatan Pasie Raya tetap terpenuhi dan stabilitas sosial ekonomi daerah dapat terus terjaga.
Melalui keterlibatan aktif aparat kewilayahan dalam pemantauan pasar, TNI AD menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat ketahanan wilayah melalui pendekatan teritorial yang responsif dan humanis di tengah masyarakat.(0114).
