Pendataan Pasca Banjir oleh Babinsa Kodim 1620/Loteng di Lombok Tengah
Lombok Tengah – Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang berada di bawah Kodim 1620/Lombok Tengah segera bertindak melakukan pendataan dan pemantauan, serta pembersihan di daerah yang terkena dampak banjir di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Tindakan ini diambil untuk menjamin keakuratan informasi mengenai kerusakan serta kebutuhan logistik bagi warga yang terkena dampak luapan air akibat curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari terakhir. Tiga kecamatan yang menjadi prioritas dalam pendataan adalah Kecamatan Praya Barat, Kecamatan Praya Barat Daya, dan Kecamatan Pujut. Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti, Dandim 1620/Lombok Tengah, menekankan bahwa semua Babinsa di daerah terpengaruh telah diperintahkan untuk turun ke lapangan. Selain mengumpulkan data mengenai kerugian materiil, personel TNI juga dikerahkan untuk membantu membersihkan sisa-sisa lumpur dan material sampah yang terbawa oleh arus banjir ke permukiman. “Fokus kami saat ini adalah memvalidasi data di lapangan. Babinsa bekerja bersama pemerintah desa dan BPBD untuk mendata rumah-rumah warga yang rusak, fasilitas umum yang terpengaruh, serta kondisi lahan pertanian yang terendam,” ungkap Letkol Arm Karimmuddin Rangkuti pada Kamis (26/2/2026). Laporan awal dari Babinsa menunjukkan bahwa banjir telah merendam puluhan rumah warga dengan ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 70 sentimeter. Meskipun genangan air mulai surut, potensi hujan susulan masih menjadi perhatian utama. Selain melakukan pendataan, Babinsa juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kesiapsiagaan bencana, guna meminimalkan risiko jika cuaca ekstrem kembali terjadi. “Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera melapor jika ada tanda-tanda kenaikan debit air yang mencurigakan,” tambahnya. Kodim 1620/Loteng berkomitmen untuk terus mendampingi proses pemulihan pasca banjir hingga aktivitas masyarakat kembali normal sepenuhnya, dengan harapan sinergi bersama instansi terkait dapat mempercepat penanganan dampak bencana di Bumi Tatas Tuhu Trasna.
