Audiensi Produksi Film ‘TUNGKE – Badik Tak Bertuan’ dengan Bupati Bone: Menghadirkan Kehormatan Bugis ke Layar Lebar

Bone – Tim produksi film layar lebar berjudul TUNGKE – Badik Tak Bertuan, yang mengusung tema aksi, drama, dan militer, melakukan audiensi dengan Bupati Kabupaten Bone, Andi Asman Sulaiman. Pertemuan ini berlangsung sebagai bagian dari fase pengembangan naskah yang tengah dilakukan oleh tim produksi. Audiensi tersebut dilaksanakan dalam rangka menjelaskan kemajuan penulisan skenario dan menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bone terkait proses produksi film.

Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemkab Bone, termasuk Kepala Dinas Kebudayaan, Kepala Kesbangpol, serta perwakilan dari Kodim 1407/Bone dan Polsek Bone. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan sinergi yang kuat antara industri film, pemerintah daerah, dan aparat dalam mendukung karya budaya yang mengandung nilai kebangsaan.

Dalam audiensi, Harry Maverick selaku Produser dan Sutradara mewakili rumah produksi PT. GO Talent Academy Indonesia, didampingi oleh Muh Fudli Dwi Kurnia sebagai Line Produser dan Direktur Utama SM Group, Yasjudan Andika Perkasa, sebagai sponsor utama. Salah satu pemeran utama wanita, Andi Marhamatul Aulia Tajuddin Bare Ghurdi, juga hadir, yang merupakan putri daerah asal Bone.

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, memberikan sambutan positif terhadap konsep film dan menyatakan dukungan penuh untuk kelancaran produksi. Film ini berfungsi sebagai medium untuk menggali nilai-nilai luhur budaya Bugis, terinspirasi oleh almarhum Bapak Andi B. Sulaiman Dahlan Petta Linta, yang terkenal dengan prinsip kehormatan dan pengabdiannya.

Harry Maverick menekankan bahwa dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bone sangat penting untuk proses kreatif. “Kami ingin menyajikan film yang tidak hanya menghibur tetapi juga membawa pesan tentang kehormatan dan nilai kehidupan dari Sulawesi Selatan, khususnya Bone,” ujarnya. Rencananya, produksi film akan segera dimulai setelah naskah selesai, dengan Kabupaten Bone sebagai salah satu lokasi utama pengambilan gambar. Tim produksi mengharapkan dukungan dari masyarakat Sulawesi Selatan agar karya ini dapat menjadi kebanggaan daerah dan bangsa.