Air Mata Perpisahan: Warga Aceh Tamiang Lepaskan Prajurit TNI Setelah Misi Kemanusiaan

Aceh Tamiang — Kepergian prajurit TNI Angkatan Darat setelah menyelesaikan misi kemanusiaan untuk penanganan bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang pada Rabu (21/1/2026) mengundang haru. Dalam momen penuh emosi ini, ratusan warga bersama tenaga pendidik mengantarkan para prajurit yang telah bekerja sama dengan masyarakat dalam proses pemulihan pascabencana di kawasan Kuala Simpang.

Misi mulia ini melibatkan prajurit TNI yang terjun langsung ke lokasi yang terkena dampak, berjuang melawan lumpur serta material sisa banjir, dan menghadapi tantangan medan yang sulit. Kehadiran mereka bukan hanya mempercepat pemulihan fisik, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi warga yang sempat merasakan kecemasan akibat bencana yang melanda.

Supaiah, S.Pd., seorang guru di SD Negeri 04 Kuala Simpang, menyatakan rasa syukurnya atas dedikasi prajurit TNI. Baginya, kehadiran mereka telah memberikan semangat serta rasa aman bagi anak-anak di sekolah, di mana mereka terlibat langsung dalam membersihkan lingkungan pendidikan.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh warga lainnya, yang merasakan manfaat konkret dari kehadiran TNI dalam mempercepat normalisasi kehidupan sehari-hari pascabencana. Tindakan tulus dan penuh kepedulian yang ditunjukkan oleh para prajurit ini sangat diapresiasi oleh masyarakat.

Tangis perpisahan yang mengalir menjadi simbol kuatnya sinergi antara TNI dan rakyat. Misi kemanusiaan ini menunjukkan komitmen TNI Angkatan Darat untuk selalu hadir dan berkontribusi sebagai sahabat rakyat dalam menghadapi berbagai tantangan, khususnya saat bencana alam melanda.