541 Prajurit Yon TP 929/MMM Tiba di Mollo Selatan untuk Tugas di Bumi Cendana
TTS – Malam yang tenang di Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), berubah menjadi dinamis dengan kedatangan ratusan anggota Yon TP 929/MMM yang tiba secara bertahap di Marshalling Area (MA) kawasan BP2SDM Bu’at, Desa Noinbila, pada malam Kamis, 19 Maret 2026.
Sebanyak 541 personel, yang dipimpin oleh Danyon Mayor Inf Andi Baso S.Tr. Han, datang dengan semangat tinggi untuk memulai pengabdian mereka di TTS. Dandim 1621/TTS, Letkol Inf Gunawan Budhi Prasetyo, S.Sos, beserta Pasi Log Lettu Inf Daniel Selan, menyambut kedatangan mereka.
Kedatangan prajurit dilakukan dalam beberapa gelombang. Gelombang pertama dan kedua terdiri dari 316 personel yang dipimpin oleh Wadanyon Kapten Inf Andreas Bagus S.Tr. Han, tiba sekitar pukul 20.43 WITA. Setibanya, mereka langsung mengikuti apel pengecekan dan menerima pengarahan awal.
Gelombang ketiga, dengan 225 personel yang dipimpin langsung oleh Danyon, tiba pada pukul 22.23 WITA, melengkapi seluruh kekuatan yang akan bertugas. Dalam arahannya, Dandim 1621/TTS menekankan pentingnya adaptasi terhadap kondisi alam dan kehidupan sosial masyarakat setempat.
“Selamat datang di Kota SoE. Batalyon ini dinamakan Meo Matane Mutis, yang berarti prajurit ksatria perkasa dari Mutis. Ini merupakan tanggung jawab yang besar,” tegasnya.
Dandim juga mengingatkan agar seluruh personel menjaga fasilitas yang dipinjam dari BP2SDM dan merawat lingkungan, termasuk pohon cendana yang merupakan aset daerah. Ia menambahkan pentingnya menjaga kebersihan dan menjalin hubungan baik dengan masyarakat setempat selama masa tugas.
Kegiatan penyambutan diakhiri dengan makan malam bersama dan dilanjutkan dengan istirahat, dan proses kedatangan selesai pada pukul 24.00 WITA tanpa adanya kejadian yang menonjol. Rencana penerimaan resmi oleh Bupati dan Forkopimda akan dilaksanakan setelah Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri. Kehadiran batalyon ini diharapkan dapat memperkuat tugas dan memberikan kontribusi bagi stabilitas daerah dan masyarakat di TTS.
